[Review] Architecture 101

Di luar perkiraan saya bahwa saya akan tertarik pada film korea dan seingat saya ini film korea pertama saya yang saya tonton. Architecture 101 atau ada yang menyebutnya dengan An Introduction to Architecture. Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa ini film korea pertama yang saya tonton, hal itu disebabkan karena tidak sengaja menemukan judul film ini saat browsing salah satu pemeran dalam film ini, Bae Suzy. Sejak menonton Dream High, drama di mana Suzy menjadi pemeran, saya terkagum dengan akting yang bisa dibilang luar biasa tersebut. Entah mengapa saya lebih suka Suzy berakting daripada bernyanyi.

Film ini menurut saya benar-benar sederhana tetapi rapi dan berciri khas di mana film ini menyeritakan tentang first love. Tema tersebut sudah pasti kita temukan di beberapa film tetapi Architecture 101 ini benar-benar terlihat berbeda dari film-film first love lainnya. Film ini pun dibagi dalam dua masa yang membuat film ini semakin berbeda.

Di awali dengan Seo-Yeon (Han Ga-In) yang menemui Seungmin (Uhm Tae-Woong) teman kuliahnya yang seorang arsitektur. Di sini saya masih belum menemukan mengapa Seo-Yeon menemui Seung-Min untuk membuatkannya sebuah rumah di Jeju Island. Lalu cerita berlanjut dan berganti ke masa di mana mereka kuliah dan pertemuan pertama mereka. Di sini saya mulai paham kemana arah cerita ini berjalan. Saya kagum di mana mereka benar-benar berada di masa 90’s di mana orang-orang memakai pager untuk berkomunikasi dan kamera film untuk mengabadikan pemandangan.

Di masa tersebut Seung-Min (Lee Je-Hoon) mulai tertarik dengan Seo-Yeon (Bae Suzy) yang ternyata bertempat tinggal di satu daerah yang sama. Dan cerita berjalan dengan apik dan berganti kembali di masa Seo-Yeon meminta bantuan Seung-Min untuk membangun rumah. Alur cerita ini berganti-ganti dari present ke past hingga ending cerita. Plot yang film ini suguhkan benar-benar menarik dan mereveal satu persatu kepingan puzzle yang ada.

Di ending mereka sama-sama tahu bahwa mereka adalah sepasang manusia yang benar-benar saling jatuh cinta pada pertama kalinya. Di sini saya mulai mengerti sekali bahwa cinta pertama jangan pernah kalian sia-siakan bahkan hanya sebatas ingin menyatakan cinta, nyatakanlah! Saat mereka tahu satu sama lain keadaan tidak mendukung cinta mereka. Seo-Yeon mungkin benar-benar terlambat menemui Seung-Min. Mereka mengetahui di saat waktu yang tidak tepat atau terlambat.  Seperti gambar di atas tersebut, mungkin kalian akan paham jika mengetahui filosofi dalam gambar tersebut.

Dan yang lebih menarik adalah ending song-nya yang lumayan sedih dan menyentuh. Etude of Memories yang dibawakan oleh Exhibition. Dan saya angkat jempol untuk rumah yang dibangun dan didesain oleh Seung-Min dalam cerita, rumah itu benar-benar keren dan indah di pinggir pantai. Saya malah membayangkan nanti saya akan membuat rumah di mana saat membuka kaca yang terlihat hanya lautan yang indah seperti dalam film tersebut.

Dari 1-5 bintang saya memberikan 4.5 bintang untuk film ini. Saya merasa film ini benar-benar sederhana dan menarik tetapi dikemas dengan apik, rapi, dan indah. Tema yang lumayan pasaran bisa dibuat berbeda itu sudah membuat film ini berbeda dari yang lain. Akting para pemeran juga sudah tidak bisa diungkapkan, mereka sudah sangat profesional.  Film ini patut untuk ditonton dan memberikan inspirasi pada kita yang menonton.

Ost:

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s