Suatu yang hilang bukannya akan kembali lagi dengan cara dan bentuk yang lain ~ Suatu yang Hilang

Advertisements

Tak Kuat Lagi

Aku tak kuat

Menahan segala perbuatan mereka

Aku seperti tak terlihat

Mereka seperti mengasingkan

Mengasingkan yang tak terlihat

 

Aku harus bagaimana

Pergi dari mereka

Atau pergi dari semua kehidupan

 

Aku tak kuat

Tak kuat menjadi tegar

Tetap saja tak terlihat

Oleh mereka

 

Aku ingin membenci mereka

Tapi aku tak bisa

Aku ingin jahat pada mereka

Tapi aku tak bisa

 

Aku tak kuat

Kehidupanku tak seperti mereka

Aku tak kuat

Semua menjadi sukar

Selalu Saja

Selalu saja seperti ini
Mereka tak menganggapi aku
Selalu saja seperti itu
Mereka meremehkan karya ini

Apa perlu aku mundur
Mundur dari semua ini
Mengakhiri takdir
Berdosa melawan mati

Tidak bisa
Aku harus disini
Memperbaiki semua
Semua kesedihan ini

Shadow

Tahukah kamu, aku selalu memperhatikanmu

Melihatmu

Tapi kau selalu meremehkanku

Aku menulis ini saat kau meremehkanku

Betapa pedih hati ini

Tapi aku sangat mencintai

Mencintai yang aku punya

Dan mencintai yang belum ku punya

Dirimu

Afternoon 3rd May 2011

Kali ini aku menunggu.

Menunggu orang itu, dengan sedikit rasa lelah di akhir jam, aku mengamati lantai dasar. Di seberang bangunan. Aku tak tahu tepat orang itu menepati tempat selama setengah hari lebih itu.

Tiba tiba yang ku tunggu terlihat juga. Bukan di seberang bangunan. Tapi tepat di bawah pandangku. Sedikit terheran. Tapi kemudian aku menikmati gerak gerik langkahnya. Menikmati senyum di wajahnya. Matanya. Rambutnya. Semua menawan.

Segera ku turun ketika ia tak terlihat oleh mataku. Sedikit perlahan lahan menuruni tangga. Sedikit tergesa gesa takut kehilangan jejak. Dan benar saja. Sudah menjauh dan tak terlihat di antara kerumunan orang.

Tapi lihai sekali mataku ini. Aku mendapatinya. Tapi aku hanya menikmatinya diam. Mengikuti perlahan. Serta Melewatinya cepat. Senyumku kembali mengembang. Aku menikmati dalam diam.