Hitam Bahagia

Melihatku mereka tertawa

Melihatku mereka bahagia

Tertawa atas kesendirianku

Bahagia karena memanfaatkan aku

 

Apa aku berhak tertawa

Berhak bahagia

Tertawa atas kebersamaan mereka

Bahagia karena hidupku ini

Mata dilawan mata

Aku berkata sebagai pisau

Entah untuk siapa

Untuk mereka atau

Untuk aku

Advertisements

Tangga Harapan

Tangga untuk naik tampak di depan mata

Kali ini aku berhasil untuk melihatnya

Selama ini aku sudah berandai mencapai di puncaknya

Aku mencoba

 

Di tengah anak tangga aku melihat ke bawah

Sudah berapa jauh aku menaiki tangga ini

Aah  sudah sangat jauh

Aku tidak bisa melihat dasar

 

Aku tetap fokus ke arah depan

Tidak mempedulikan apa yang ada di bawah

Aku tetap berusaha

Tanpa menyerah

 

Hingga tinggal beberapa langkah lagi

Tetapi aku penasaran untuk melihat ke bawah

Aah tidak aku kehilangan fokus keseimbangan

Aku jatuh terguling ke bawah

 

Aku bangkit kembali

Entah aku sekarang di anak tangga berapa

Aku berusaha kembali mencapai puncak

Berusaha tanpa kenal lelah dan menyerah

Kali ini aku tak ingin melihat ke bawah

Aku hanya fokus ke arah depan

 

Akhirnya tercapai juga

Puncak yang selama ini diharapkan

Sekarang aku melihat ke bawah

Mensyukuri apa yang telah dilakukan

Malam

Wahai engkau, sang bulan! Mengapa kau bersinar indah untuk malam? Bukan untukku yang sedang gelap gulita ini…

Wahai engkau sang bintang! Mengapa kau berkelap indah untuk langit malam? Aku butuh setitik cahayamu di hatiku…

Wahai engkau sang angin malam! Bisakah engkau berhenti berhembus. Dinginmu membuat hati ini tambah sakit…

Wahai engkau sang jangkring! Mengapa dirimu tidak memainkan melodi malam? Hatiku ini butuh dihibur…

Wahai engkau sang kabut! Malam ini bisa kau menyelimuti diriku ini? Membutakanku untuk sementara waktu…

Malam, hanya padamu aku bercerita tentang perasaan yang tak perlu diungkapkan. Karena engkau yang menemaniku kali ini. Terima kasih, malam.