Setetes Sinar Lenyap

Kala hujan menerpa, aku di sini dengan setipis pakaian

Melebur menjadi satu dengan udaranya, berharap tak ada yang tak mungkin

Dengannya bersama aku jatuh, seperti mereka

Setiap tetes aku menghadapnya, lama ku mencerna semua

Tak ada melodi-melodi riang, semua tertumpah dalam balutan asa

Walau kini semua nyata, dingin yang menghampiri

Hanya kecil darinya, terasa berat tuk bermimpi

Kembali pada mereka, hanya dengannya ternyata sendiri

Takut semua hanya fiktif, walau sinar ternyata sudah redup

Dingin, gelap

Ternyata semua ini aku yang berlari

Berlari dalam bentuk nyata