17 Tahun

17 tahun yang lalu seorang wanita berada di rumah sakit di ibukota. Wanita tersebut teriak kesakitan, tepatnya menahan sakit. Mempertaruhkan nyawanya di garis hidup dan mati untuk seseorang yang ia nanti. Seseorang itu selamat, begitu pula dengan wanita yang mempertaruhkan nyawanya tersebut. Wanita itu tersenyum melihat seseorang tersebut, rasa bahagia terasa amat kuat. Bulir-bulir keringat masih keluar, sisa yang ia hasilkan karena teriak kesakitan.

Hari ini tepat 17 tahun, wanita tersebut masih tetap menitikkan bulir-bulir keringatnya. Bukan kesakitan, bukan untuk mempertaruhkan nyawanya, tapi untuk menghidupi dirinya dan orang yang ia pertaruhkan atas nyawanya tersebut.

Tahun ini, bertepatan 17 tahun yang lalu, orang tersebut memberi hari ini untuk wanita tersebut. Bersyukur atas semuanya. Khusus tahun ini, hanya ada rasa syukur dan terima kasih.

17 tahun yang memberikan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelum. Tulisan ini dipersembahkan untuk wanita tersebut. Terima kasih untuk semuanya.

Happy Birthday!

Hilang Arah

Matahari
Hari ini aku tak melihatmu
Kemana dirimu pergi?
Mengumpatkah kau di balik gumpalan hitam itu.
Aku hanya ingin berbicara padamu

Apa kau melihat semua yang terjadi?
Yang terjadi di dunia ini
Aku prihatin
Prihatin melihat kenyataan ini
Aku berharap ini semua mimpi

Padahal aku percaya pada tuhan
Aku bisa saja berdoa kepada-NYA
Berdoa atas apa yang terjadi di dunia

Tapi aku tidak
Aku berpaling dan mengadu padamu sekarang
Mungkin aku sudah gila sekarang
Gila karena dunia ini yang sudah hampir rusak