Review: Private Eye in the Distant Sea

Balik lagi dengan review film anime, kali ini saya review dari serial karangan Aoyama Gosho, Detective Conan. Setelah lama menunggu hasil subbing dari dctp, minggu lalu akhirnya menonton movie ke 17 ini, fansub by The Moonlighters. Sedikit kecewa karena pada akhirnya saya berharap banyak dari dctp. Kedua kalinya sejak tahun lalu menonton dengan fansub yang berbeda, tidak dari dctp lagi.

Sejak April sudah berharap banyak tentang movie ke 17 ini. Terlebih lagi melihat trailer video-nya yang di mana terlihat Conan meneteskan air matanya. Peristiwa yang langka sekali dalam serial Detective Conan, seingat saya Conan/Shinichi tidak pernah menangis sama sekali. Oh iya, jika kedua movie sebelumnya bersangkutan dengan bom, berbeda dengan movie kali ini yang menyangkutkan tentang pertahanan sebuah negara.

Diceritakan Conan dan kawan-kawannya mendapat kesempatan untuk menaiki kapal Aegis yang merupakan kapal pertahanan di pesisir lautan Jepang. Mereka semua menyaksikan sebuah simulasi Aegis ini saat beroperasi. Dalam simulasi tersebut terlihat ada yang mencurigakan bahkan setelah simulasi selesai Conan dan Ran tak sengaja menguping staff yang menemukan potongan jasad. Sejak itu kasus dimulai secara diam-diam karena tidak ingin penumpang lain ikut terlibat.

Singkat cerita, setelah beberapa hipotesis dari beberapa orang hingga terungkapnya file data yang dicuri oleh seorang spy negara asing. File tersebut berisi letak kapal-kapal Aegis di beberapa pesisir Jepang. Jika hal tersebut diketahui oleh negara asing, akan menjadi masalah. Bersama pihak kepolisian dan beberapa staff dari badan pertahanan Jepang mereka mencoba mencari siapa spy tersebut.

Pada akhir terjadilah twist yang di mana jasad yang ditemukan tidak ada kaitannya dengan spy. Cerita tak selesai dengan penjelasan dari Kogoro Tidur. Mereka semua mencari Ran yang hilang di lautan. Dan di sinilah momen Conan meneteskan air mata itu. ๐Ÿ˜€

Secara keseluruhan, movie kali ini berada di rata-rata. Mengapa? Menurut saya terlihat tanggung sekali. Kasusnya terlihat tanggung, timeline cerita hanya berlangsung sehari saja, itu pun tidak penuh sehari. Dan hanya terjadi di kapal tersebut. Peran Heiji dan Agasa yang mencari data di luar kapal tersebut hanya sebagai supporting saja.

Mungkin ini juga movie Conan yang pertama yang timeline-nya kurang dari 24 jam. Seingat saya belum ada di movie-movie sebelumnya. (Kasih ralat bila salah mengenai hal tersebut :p) Setidaknya di movie ini kita sedikit diberi info tentang pertahanan di Jepang sana dan ini berkaitan dengan pertahanan lautnya. Coba saja Indonesia bisa belajar dari Jepang, mungkin pulau-pulau kecil yang di ambil negara tetangga tak pernah terjadi. Secara Indonesia dan Jepang sama-sama negara kepulauan.

Poin plusnya adalah diperlihatkan hubungan Heiji dan Kazuha yang mulai terlihat sedikit akrab. Tidak seperti biasanya. Khawatirnya Kazuha melihat darah pada Heiji dan Aksi heroik Heiji menyelamatkan Kazuha dari tembakan. Di lain pihak, Ran yang hilang di lautan membuat Conan/Shinichi cemas bahkan tak dapat mencari tahu bagaimana menemukan Ran di lautan. Begitu pentingnya Ran bagi Shinichi.

Walau tak begitu ramai, movie ke 17 ini harus banget ditonton karena sedikit melihat sisi yang berbeda dari movie-movie sebelumnya. Entah mengapa saya melihatnya seperti itu, mungkin karena kasus terjadi di satu tempat (walau ada support chara di luar kapal) dan timeline-nya kurang dari 24 jam. ย Saya masih berharap akan ada movie yang sebanding dengan The Raven Chaser, Full Score of Fear, The Private Eyes’ Requiem, dan Captured in Her Eyes. Lima movie tersebut masih berada di peringkat teratas bagi saya sendiri.

Untuk Movie 18 saya berharap banyak sekali karena membawa aksi karakter-karakter baru seperti Sera, Okiya, dan Amuro. Mungkin juga bersangkutan dengan FBI dan juga mungkin muncul beberapa anggota Black Organization. Let’s see maybe kebenaran tentang Akai akan dimunculkan di movie ini atau bahkan sebelum/sesudah movie ini rilis.

And this is the pict teaser for Movie 18

Judul The Sniper from Another Dimension, tapi entah ini sudah resmi atau belum. Melihat sudah banyak yang menyebutkan judul tersebut sepertinya sudah resmi. Judul jepangnya Ijigen no Sniper. Untuk berita lengkapnya check http://www.animenewsnetwork.com/news/2013-11-29/detective-conan/ijigen-no-sniper-film-opens-in-april.ย 

Jadwal rilis di Jepang: April 19, 2014.

Untuk sekuel Lupin the 3rd vs Detective Conan juga akan rilis di Jepang Sabtu tanggal 7 Desember 2013. Mungkin Kaito Kid akan muncul juga di film ini. :p

See you in next review ๐Ÿ™‚

Advertisements

[Review] Panduan Absurd ala Kevin Anggara

20130915_112206Judul: Student Guidebook For Dummies

Penulis: Kevin Anggara

Penerbit: Bukune

Tebal: 260 Halaman

Tahun Terbit: 2013

Jenis: Komedi Lifestyle

***

Waktu itu lagi blogwalking ke beberapa blog, eh ketemu blognya Kevin Anggara ini. Kalau enggak salah judul pertama itu yang dia lagi nyeritain school trip-nya itu. Pas baca gue udah tertarik dengan bahasanya yang menurut saya lucu. Saya buka post yang lain dan ternyata beliau itu berbakat menulis. Enggak salah kalau editor dari Bukune buat perhitungan dengan anak ini. Saat itu saya baca yang pertemuan absurd si Kevin dengan editor. Dari situ saya tahu bahwa sebentar lagi beliau akan mengeluarkan sebuah buku. Dari konsepnya menarik yang mengambil tema “how to” untuk seorang pelajar dengan absurd.

Buku ini menghibur, saya seperti kembali ke masa sekolah lagi. Walau tidak begitu banyak mengalami tapi saya melihat hal-hal yang terjadi tertulis di buku ini. Kevin seorang pengamat yang jeli sekali. Sangat terlihat bagaimana Kevin bercerita tentang seluk beluk yang terjadi di sekolah sebenarnya. Bahkan seorang “Ilham” pun tertulis dengan baik di buku ini. :p

Ada satu bagian yang menurut saya menarik, yaitu di bagian peribahasa ngaco Kevin ini. Saya enggak kepikiran dari sebuah (beberapa) peribahasa dapat diubah dengan begitu ngaco oleh Kevin dan tidak garing sama sekali. Menarik dan sepertinya baru pertama kalinya melihat peribahasa sebegitu ngaconya. Kreatif. Beberapa tips pun tertulis dengan sangat ngaco tapi menghibur, entah kenapa punya daya tarik sendiri untuk membacanya hingga selesai. Entah mungkin saya jadi sedikit ngaco telah membacanya hingga selesai, saya tidak berpikiran hingga ke sana. ๐Ÿ˜€

Buku ini layak dibaca oleh semua kalangan, dari anak sekolahan, guru, bahkan mahasiswa dan orang tua. Setidaknya mengingatkan kembali semasa sekolahnya dulu atau membandingkannya. Para guru dan orangtua juga sedikit tahu anak sekolah jaman sekarang mungkin sedikit berbeda dengan jaman dulu.

Rate: 4/5 Stars

[Review] Love Command (Seri Pertama)

love commandJudul: Love Command, The First Fall (Seri Pertama)

Penulis: Janice Nathania

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 272 halaman

Tahun Terbit: 2013

Cetakan: Pertama

Genre: Teenlit

Nostalgia. Satu kata yang dapat saya berikan ketika membaca kembali cerita Love Command ini. Cerita Shilla yang “terdampar” di kediaman keluarga Luzardi dan menjadi seorang pembantu. Wasiat Ibunya membuat dirinya tak tahu harus melakukan apa di kediaman Luzardi tersebut. Hingga akhirnya ia berniat berada di dalam kediaman Luzardi saat menyadari lambang keluarga Luzardi sama dengan bros yang diberi Ayi, seseorang yang menolongnya di masa lalu. Ayi berada di keluarga Luzardi. Shilla tak tahu di mana atau siapa Ayi di dalam keluarga Luzardi. Ryo yang menyebalkan kah atau Arya yang baik hati. Dari situlah cerita dimulai, kehidupan Shilla yang menjadi pembantu di keluarga Luzardi dan mencari-cari Ayi yang sebenarnya.

Ya, seperti yang saya katakan di atas, saya bernostalgia. Saya membaca kembali cerita bersambung Janice dalam bentuk buku (Novel). Love Command ini salah satu dari beberapa fanfiction yang menggerakkan saya untuk menulis. Melihat sudah menjadi sebuah novel tersendiri membuat saya iri sekaligus bangga.ย  Saya dibuat terkejut karena ternyata novel yang saya baca ini belum tamat dan baru saya ketahui Love Command ini dibuat trilogi.

Setelah saya membaca ulang Love Command ini saya beranggapan bahwa cerita ini seperti drama-drama Korea. Yang dimaksud di sini adalah alur dan tokoh yang saya lihat mirip dengan standar cerita-cerita di drama Korea. Mungkin penulis memang terinspirasi atau sering menonton drama-drama Korea. Tak ada yang salah dari itu semua, saya melihat karya ini fresh di genre teenlit.

Dari situlah faktor mengapa beberapa adegan banyak yang tidak logis di masyarakat Indonesia. Kediaman Luzardi yang megah dan dapat clear-in Dufan hanya dengan menelepon pengurus/pemilik Dufan. Kedua contoh itu mungkin masuk akal di drama Korea, tapi tidak di masyarakat Indonesia. Saya juga menemukan adegan Ryo yang notabenya keluarga Luzardi kaya raya itu masih mendownload lagu gratis di internet. Kalau saya jadi Ryo saya langsung membeli album atau lagunya di i-tunes.

Walau begitu cerita ini mengundang rasa penasaran yang ingin tetap membalikkan lembar per lembar halamannya. Seperti saya menonton drama Korea yang penasaran bagaimana ending dari para tokoh-tokohnya. Mungkin saya bisa bilang novel ini bergenre teenlit rasa drama Korea. Di seri pertama ini kalian belum akan menemukan jawaban siapakah Ayi tersebut? Ini yang menurut saya pintar karena membuat saya ingin membeli seri keduanya. Walau saya menunggu seri ketiganya karena saya lupa dan tidak membaca part akhir cerbung fanfiction tersebut.

Harapan saya semoga para penulis fanfiction favorit saya mengikuti jejak Janice. Begitu pula dengan saya yang dapat melihat novel saya tersusun di rak toko buku nantinya. Love Command ini recommended untuk bacaan ringan anda para pembaca. I give 3 stars for this book.

[Review] Architecture 101

Di luar perkiraan saya bahwa saya akan tertarik pada film korea dan seingat saya ini film korea pertama saya yang saya tonton. Architecture 101 atau ada yang menyebutnya dengan An Introduction to Architecture. Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa ini film korea pertama yang saya tonton, hal itu disebabkan karena tidak sengaja menemukan judul film ini saat browsing salah satu pemeran dalam film ini, Bae Suzy. Sejak menonton Dream High, drama di mana Suzy menjadi pemeran, saya terkagum dengan akting yang bisa dibilang luar biasa tersebut. Entah mengapa saya lebih suka Suzy berakting daripada bernyanyi.

Film ini menurut saya benar-benar sederhana tetapi rapi dan berciri khas di mana film ini menyeritakan tentang first love. Tema tersebut sudah pasti kita temukan di beberapa film tetapi Architecture 101 ini benar-benar terlihat berbeda dari film-film first love lainnya. Film ini pun dibagi dalam dua masa yang membuat film ini semakin berbeda.

Di awali dengan Seo-Yeon (Han Ga-In) yang menemui Seungmin (Uhm Tae-Woong) teman kuliahnya yang seorang arsitektur. Di sini saya masih belum menemukan mengapa Seo-Yeon menemui Seung-Min untuk membuatkannya sebuah rumah di Jeju Island. Lalu cerita berlanjut dan berganti ke masa di mana mereka kuliah dan pertemuan pertama mereka. Di sini saya mulai paham kemana arah cerita ini berjalan. Saya kagum di mana mereka benar-benar berada di masa 90’s di mana orang-orang memakai pager untuk berkomunikasi dan kamera film untuk mengabadikan pemandangan.

Di masa tersebut Seung-Min (Lee Je-Hoon) mulai tertarik dengan Seo-Yeon (Bae Suzy) yang ternyata bertempat tinggal di satu daerah yang sama. Dan cerita berjalan dengan apik dan berganti kembali di masa Seo-Yeon meminta bantuan Seung-Min untuk membangun rumah. Alur cerita ini berganti-ganti dari present ke past hingga ending cerita. Plot yang film ini suguhkan benar-benar menarik dan mereveal satu persatu kepingan puzzle yang ada.

Di ending mereka sama-sama tahu bahwa mereka adalah sepasang manusia yang benar-benar saling jatuh cinta pada pertama kalinya. Di sini saya mulai mengerti sekali bahwa cinta pertama jangan pernah kalian sia-siakan bahkan hanya sebatas ingin menyatakan cinta, nyatakanlah! Saat mereka tahu satu sama lain keadaan tidak mendukung cinta mereka. Seo-Yeon mungkin benar-benar terlambat menemui Seung-Min. Mereka mengetahui di saat waktu yang tidak tepat atau terlambat.ย  Seperti gambar di atas tersebut, mungkin kalian akan paham jika mengetahui filosofi dalam gambar tersebut.

Dan yang lebih menarik adalah ending song-nya yang lumayan sedih dan menyentuh. Etude of Memories yang dibawakan oleh Exhibition. Dan saya angkat jempol untuk rumah yang dibangun dan didesain oleh Seung-Min dalam cerita, rumah itu benar-benar keren dan indah di pinggir pantai. Saya malah membayangkan nanti saya akan membuat rumah di mana saat membuka kaca yang terlihat hanya lautan yang indah seperti dalam film tersebut.

Dari 1-5 bintang saya memberikan 4.5 bintang untuk film ini. Saya merasa film ini benar-benar sederhana dan menarik tetapi dikemas dengan apik, rapi, dan indah. Tema yang lumayan pasaran bisa dibuat berbeda itu sudah membuat film ini berbeda dari yang lain. Akting para pemeran juga sudah tidak bisa diungkapkan, mereka sudah sangat profesional.ย  Film ini patut untuk ditonton dan memberikan inspirasi pada kita yang menonton.

Ost:

 

[Review] Road to Ninja

Siapa yang gak tahu dengan Naruto Uzumaki, seorang ninja konoha yang bercita-cita menjadi Hokage. Kali ini Naruto menghadirkan film yang sudah dirilis pertengahan tahun lalu dan kini film ini sudah menyebar di berbagai media. Awalnya sempat bingung saat tahu film ini akan muncul di mana semua teman-teman naruto berubah kepribadiannya. Saat itu saya benar-benar penasaran seperti apa film Naruto kali ini.

Film ini menceritakan di mana Madara (Tobi)ย  menguji coba jurus tsukuyomi-nya pada Naruto dan Sakura. Mereka dikirim ke dunia dan dimensi lain di mana semua yang mereka kenal berubah, bahkan Minato dan Kushina muncul dalam film ini. Dalam dunia tersebut Naruto dipanggil Menma dan ternyata Menma adalah orang yang sama persis dengan Naruto. Mereka mencari Madara (Tobi) yang telah mengirim mereka ke dunia tersebut. Singkat cerita film ini beda dari film Naruto yang sebelumnya.

Film ini entah kenapa menjadi film Naruto satu-satunya yang paling bermakna dan menyentuh banget. Seperti yang diketahui bahwa film Naruto selalu berpola “to defeat an enemy” dan kemudian ketegangan berperang dan jutsu-jutsu yang dinanti para penggemarnya. Kali ini Road to Ninja menghadirkan hal yang menurut saya lain dari biasanya, masih tetap berpola “to defeat an enemy” tetapi banyak pelajaran yang bisa diambil yang menurut saya benar-benar terlihat.

Katakanlah Naruto yang akhirnya bertemu dengan kedua orangtuanya walau mereka berasal dari dunia yang berbeda. Naruto yang awalnya tidak terlalu suka pada akhirnya terhanyut karena ia selalu menantikan di mana dia mendapat kehidupan keluarga dari orangtuanya.ย  Walau begitu keinginan seperti itu membuat dia sadar bahwa ternyata mereka (Minato dan Kushina) orang yang berbeda yang ia kenal.

Begitu pula dengan Sakura yang berbanding balik dengan keadaan Naruto. Dan menginginkan dapat hidup sendiri tanpa kedua orangtuanya. Pada akhirnya Sakura pun sadar bahwa mereka sangat penting.

Intinya janganlah kita menyesali takdir yang ada dan jangan pula merasa kehidupan yang kita inginkan itu yang terbaik. Tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik buat kita.

Film ini adalah film Naruto yang menurut saya berhasil dan sukses besar untuk mengangkat hal-hal seperti itu. Kali ini Road to Ninja yang paling berbeda, berkesan, dan menyentuh dari film-film Naruto sebelumnya.

[Review] Benabook

https://i0.wp.com/po.bukukafe.com/benabook.jpg

Judul: Benabook

Penulis: Benazio Rizki (@benakribo)

Penerbit: bukune

Halaman: 281

Cetakan: Pertama, Maret 2013

***

Buku ini sukses membuat saya ingin membeli saat melihat illustrasi cover buku yang sudah tak asing lagi buat saya yang sering berkunjung ke halaman blog benakribo BenaBlog. Ciri khas kribo dan kacamata itu yang membuat saya membeli buku ini dan membaca apa yang ada di dalamnya. Saya juga penasaran dengan buku ini karena saya ingin tahu bagaimana tulisan benakribo dalam bentuk buku.

Singkatnya buku ini menerangkan perjalanan seorang blogger yang multitalent dari masa kecilnya hingga sekarang. Buku ini sungguh menarik dan sangat berbeda dari buku-buku yang bisa dikatakan autobiografi. Di dalamnya penuh sekali dengan beberapa illustrasi yang menggambarkan sosok benakribo sendiri dalam unsur humor. Di sini benakribo juga memberikan kita beberapa games yang menarik untuk dimainkan selama kita membaca. Terlebih lagi benakribo memanfaatkan sebuah teknologi untuk memecahkan riddle yang berada dalam buku ini.

Itulah yang membuat buku ini unik dari buku-buku perjalanan seseorang yang lain. Saya pribadi tidak memainkan beberapa games di dalamnya tetapi saya menikmati bagaimana membaca sebuah catatan perjalanan seseorang dengan penuh kreativitas yang penulis punya. Benakribo telah menunjukan hal itu dalam bukunya.

Komentar saya terhadap buku ini adalah berhasilnya seorang benakribo untuk menginspirasikan banyak orang dengan bakat yang ia punya. Di dalam bukunya saya berkesimpulan bahwa dulu benakribo ini seorang yang penakut dan pemalu tetapi melihat dia yang sekarang dengan beberapa kreativitas yang ia punya membuat sifat itu tak terlihat. Intinya kita harus bersyukur dengan bakat yang dikasih Tuhan dan manfaatkanlah!

Buku ini patut untuk dibeli dan dibaca karena sangat menghibur dan penuh dengan inspirasi. Dari 5 bintang saya memberi 4.5 bintang untuk Benabook ini. Bacalah buku ini dan bermainlah bersamanya.

benabookSudah ter-kribonisasi kah? ๐Ÿ™‚