Untuk Kamu

Bisakah kita menjadi satu bila jarakmu terlalu jauh.

Sudah setahun terakhir ini kita berpisah. Banyak sekali momen yang terlewatkan bersamamu di sini. Seperti sebuah reuni SMP kita dulu, hampir semua alumni datang dan mereka mencarimu. Di reuni itu aku jadi tahu ternyata banyak sekali penggemar rahasiamu. Mereka berterus terang dan bercerita padaku, aku tersenyum mendengarnya.

Aku juga bertemu dengan teman-teman band-mu saat SMA. Kau ingat Fredy? Dia sekarang berada di Jepang, menjadi sound engineer. Mereka semua berkumpul saat tanggal di mana kalian perform untuk pertama kalinya di panggung. Mereka mengundangku sebagai perwakilanmu.

Terakhir saat pergantian tahun. Aku hanya pergi sendiri melihat pesta kembang api. Oh iya, Ibu juga meneleponku. Menanyakan kabar tentangku dan mengucapkan selamat tahun baru. Beliau sangat baik, tak lama setelah itu aku bertemu dengannya. Menemaninya jalan-jalan di pusat perbelanjaan.

Dan kini sudah setahun kita berpisah. Entah kenapa aku selalu merasa kamu masih berada di sampingku. Apa kamu juga merasakan hal yang sama? Kemungkinan gaya magnet kita juga menipis, aku merasakan itu. Perlahan mulai redup dan mungkin akan hilang.

Aku rasa sudah waktunya aku menjalani lembaran baru. Semoga kamu senang dengan keputusanku.

Terakhir dariku, jangan cemaskan aku di sini. Semoga istirahatmu di sana masih selalu damai bersamaNYA.

Di pusaramu, 01-12-2013.

Advertisements

2 thoughts on “Untuk Kamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s