[Review] Dengan Titik, Cinta Begitu Menarik

Cinta.

Cinta.

Judul: Cinta. (baca: cinta dengan titik)

Penulis: Bernard Batubara

Penerbit: Bukune

Tebal; 318 halaman

Genre: Romance

ISBN: 602-220-109-8

Rate: 3,5/5

***

Pertama saya ucapkan terima kasih sudah diberikan kesempatan untuk menjadi host dalam event #virtualbooktour #cintadengantitik ini oleh Bukune dan Bernard Batubara. Ini juga pertama kalinya saya membaca karya Bernard Batubara yang biasa dikenal dengan nama Bara. Judul Cinta. (baca: cinta dengan titik) ini sungguh menarik perhatian saya dan mungkin juga kalian bila melihat buku ini di toko buku kesayangan anda. Bagi saya judul salah satu bagian terpenting untuk sebuah buku atau novel. Cinta dengan Titik ini termasuk judul yang menarik perhatian saya. Terlebih lagi cover novelnya, hitam dan putih. Saya suka itu.

Hal pertama yang saya pikirkan saat membaca buku ini adalah “ini akan menarik” ya, bagaimana tidak? Nessa sang tokoh utama ini punya banyak sifat yang dapat menunjang alur cerita ini. Begitu pula dengan Demas, sayangnya hal itu tidak terjadi. Sangat disayangkan sebenarnya karena ceritanya dapat dieksplor lebih dalam lagi. Aku suka ceritanya, masalah “orang ketiga” ini menarik. Bara ingin menyampaikan bahwa orang ketiga itu tidak selamanya buruk, tidak selamanya ingin menjadi orang ketiga, tidak selamanya mau menjadi, dan tidak selamanya ingin menjadi yang kedua. Latar ini didukung dengan rusaknya rumah tangga ayah dan ibunya Nessa. Sangat menarik, setidaknya harus lebih menarik daripada apa yang saya baca.

Peran Endru dan Ivon sebenarnya bisa lebih penting lagi. Sayang komposisi kedua tokoh ini tidak begitu banyak muncul. Beberapa adegan kedua tokoh ini juga kadang miss. Contoh di bab-bab awal Endru muncul saat dipertemukan kedua belah pihak keluarga. Setelah beberapa halaman tiba-tiba menghilang entah kemana hingga bertemu lagi ketika Nessa bimbang dengan hatinya. Di sini juga saya merasa bahwa beberapa adegan atau lokasi adalah hasil observasi penulis dengan teliti. Terasa familier di kehidupan nyata, poin bagus untuk novel ini. EPILOG pun mungkin juga hasil apa yang penulis lihat. :p

Walaupun begitu saya menikmati beberapa puisi atau haiku yang tertulis pada buku ini. Begitu indah walau kelihatannya terlalu banyak. Begitu pula dengan lirik-lirik lagu yang didominasi oleh lirik lagu-lagu maroon 5. Hampir 3-5 (lebih) lagu Maroon 5 kalau saya tidak salah ingat. Saya suka dengan base idea Bara di novel ini, diramu dengan apik walau masih belum begitu maksimal. Tokoh-tokoh yang sebenarnya mendapat peran penting dan penggambaran atas kejadian yang terjadi tidak begitu tereksplor. Akan tetapi selama membaca kalian merasa akan ketagihan membuka lembar berikutnya bila kalian menyukai hal-hal yang puitis.

Saya menunggu karya-karya Bara yang selanjutnya. Semoga lebih baik dari yang sudah. Semangat.

My fav quote:

“Bagaimana kita bisa berharap mendapat yang lebih baik, jika kita telah mendapatkan yang terbaik?” – Bernard Batubara

midnight in your eyes
darkness and silence and stars
very compelling

-demas

My favorite part is the night, while yours is the morning
If loving you is not right, I don’t care because it’s so amazing.

-Nessa Eswari Moe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s