Tombol Pengingat

Apa yang kuingat dari kamu? Bibirmu? Wajahmu? Badanmu? Aku tak ingat. Benar-benar tak ingat. Apa perlu aku bersumpah pada Tuhan? Lalu, siapa kamu? Aku bahkan tak pernah melihatmu. Ini pertama kali aku bertemu denganmu, tapi kamu selalu berkata, “Aku kekasihmu? Kamu tak ingat?”

Aku hanya mengerutkan keningku. Aneh, entah itu aku atau dia. Sejak pertemuan pertama itu dia selalu mengikutiku, awalnya aku tak memperdulikannya, tapi lama-kelamaan aku risih. Dia mengikuti terus bahkan hingga sekarang.

“Berhenti! Aku tak suka ini!” teriak aku padanya yang sekarang hanya diam terpaku di tempatnya. Matanya terlihat sendu, aku jadi tak enak hati telah membentaknya seperti tadi. Kalau tidak begitu ia pasti akan terus mengikutiku kalau perlu ikut melompat bersama dari menara tower listrik. Apa dia akan mengikutinya, ya? Pikirku setelah berimajinasi seperti tadi.

Walau begitu ia tetap mengikuti aku berjalan, mengikuti terus hingga aku lelah. Mengapa dia selalu mengikutiku? Terakhir yang ku ingat hanya kegelapan.

Keesokan harinya dia bertemu denganku. Aku bahkan mengajaknya pergi bersama. Entah hanya ke rumah makan atau bahkan ke rumahku hanya sekadar menonton film, biasanya ia memilih untuk genre action. Aku ingat semuanya hingga ke film-film favoritnya.

Apa yang dia lakukan padaku?

Waktu itu ia pernah bertanya padaku, “Kamu enggak sadar? Kemarin kamu seperti tak tahu apa-apa, bahkan aku.” Entahlah aku tak ingat persis perkataannya waktu itu atau memang aku yang tak mau mengingatnya.

Ada yang salah? Aku tidak tahu, tapi tunggu! Mengapa aku berada di dunia ini? Aneh, aku tak ingat mengapa aku berada di dunia ini. Orang-orang menyebutnya Bumi II, sebuah planet yang tak banyak daratannya. Hampir didominasi air, begitulah yang aku lihat di buku yang berada di lemari dia. Banyak sekali buku-buku  yang berhubungan dengan listrik, fisika, kimia, dan teman-temannya itu.

Dari situ juga aku menemukan kalau ternyata Bumi mengalami perubahan karena sesuatu yang rumit kujabarkan, mungkin bisa sebuku yang kubaca. Intinya setelah berperangan yang besar dan perubahan cuaca paling ekstrim yang mempengaruh pada bencana yang luar biasa. Kini namanya pun berubah menjadi Bumi II karena fase tersebut sudah dilewati beberapa tahun yang lalu.

Beberapa jam kemudian aku sudah berada di sebuah ruangan, aku tak tahu mengapa aku berada di sini. Dia juga berada di sampingku tapi aku tak dapat melihatnya, aku hanya dapat merasakannya.

“Berhasil,” katanya samar-samar atau memang fungsi pendengaranku yang tak begitu berfungsi.

“Tombol ini berhasil aku ciptakan. Akhirnya kamu hidup kembali, sayang. Selamanya.”

Advertisements

2 thoughts on “Tombol Pengingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s