[Review] Always, Laila

Source: bukubukularis.com

Judul: Always, Laila

Penulis: Andi Eriawan

Penerbit: Gagasmedia

Cetakan: Kedua, 2013

Tebal: 240 halaman

Gemuruh di hatiku mereda sendirinya,

langit menjadi lebih cerah,

dan udara tak lagi menyesakkan dada.

Mungkin karena kutemukan

definisi lain dari cinta.

Makna tak lagi berasal dari pertemuan

dan rasa rindu membuatku bahagia.

Melihat cover dan blurb pada novel Always, Laila ini membuat saya bimbang saat berada di sebuah toko buku di Jakarta Pusat. Waktu itu saya memang sedang mencari-cari novel yang saya cari dan ketemu, tetapi saat itu juga di sebelah novel yang saya cari saya menemukan Always, Laila ini. Hal itu hanya masalah penghematan pengeluaran saja, walau begitu pada akhirnya saya membeli kedua novel tersebut termasuk Always, Laila ini.

Awal membaca novel ini saya baru mengetahui bahwa novel ini pernah terbit tahun 2004 dengan cover yang berbeda. Gagasmedia merilis ulang novel ini dengan cover baru. Tidak heran bila latar waktu tempat dalam novel ini pada tahun 1990-2000-an. Singkat cerita novel ini menceritakan tentang kehidupan Laila sejak bertemu dengan Pram hingga pada akhirnya berpisah dengannya. Simple? Yeah benar, terlihat simple kalau melihat secara garis besar seperti itu, tapi bila kalian membaca utuh novel ini kalian menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang menurut saya fresh dan tidak klise sama sekali.

Gaya tulisannya pun dibuat semudah mungkin untuk dimengerti oleh semua kalangan pembaca, tidak tergantung umur dan juga jenis bacaannya. Yang menarik bagi saya adalah chemistry dari kedua tokoh dalam novel ini Laila dan Pram. Kalau kalian membaca dari awal hingga akhir mungkin kalian akan menyayangkan ceritanya karena kedua tokoh ini saling mengisi satu sama lain, bisa kita bilang mereka memang berjodoh. Bahkan di ending cerita pun kekuatan dari kedua tokoh ini sangat kuat, bahkan saya tersadar bahwa blurb di belakang novel tersebut adalah sebuah puisi yang ditulis Pram.

Hal yang menarik lagi adalah bagaimana penulis menyisipkan beberapa adegan yang mempunyai sense humor sendiri. Saya membacanya terkikik geli karena walau tingkat humornya kecil tapi dapat membuat saya tersenyum saat membacanya dan masuk akal. Humor yang cerdas menurut saya dan tidak berlebihan. Entah apa memang ini gaya penulisnya atau bukan karena saya tidak membaca novel beliau yang lain. Yang jelas kalian tidak akan dibuat serius mungkin untuk membaca novel ini.

Keseluruhan cerita ini membuat saya penasaran apa yang akan terjadi di adegan berikutnya saat membaca. Bahkan saya menebak-nebak ending cerita ini, banyak adegan yang saya tebak untuk ending cerita tetapi hampir meleset semua yang mendekati benar hanya sebuah perpisahan abadinya. Dengan gaya penuturan penulis, endingnya membuat saya terkagum membacanya. Kedua tokohnya punya kekuatannya sendiri di ending.

Saya berharap menemukan cela tetapi mungkin saya kurang jeli jadi novel ini almost perfect menurut saya. Mungkin hanya saat di awal masih belum punya gambaran keseluruhan ceritanya jadi saya sempat berhenti membaca. Beberapa hari kemudian dibuat penasaran oleh review-review yang ada sehingga melanjutkan membacanya. Yang jelas saya menikmati membaca novel ini walaupun tengah malam sekalipun. I give 4,5 stars for this novel.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s