Remaja Fiksi Indonesia

Bicara tentang fiksi saya terpikir oleh dua hal, film dan novel. Saya penikmat fiksi, tak jarang juga membedakan fiksi dengan kenyataan.  Saya tidak bisa melabelkan diri saya sebagai penikmat film ataupun penikmat novel. Fiksi di Indonesia mulai merasuk ke kalangan masyarakat. Kenapa? Ya, media fiksi ini sudah tersebar di seluruh Indonesia. Film dan novel Indonesia. Mereka berjasa untuk menyebarkan fiksi Indonesia kepada penikmatnya.

Kini banyak sekali judul fiksi yang dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama fiksi yang terbuat oleh anak-anak bangsa. Kalau kita putar kembali beberapa tahun silam fiksi di Indonesia diambil alih oleh fiksi luar, produk luar. Film dan novel Indonesia sendiri yang berkualitas tak begitu banyak, kalah dengan produk luar tersebut.

Saya kini menyadari bahwa film dan novel Indonesia sedang melalui masa transisi. Di mana fiksi Indonesia sedang beranjak ke masa remaja yang penuh dengan warna-warni, penuh dengan ceria, penuh dengan masalah, mirip dengan seorang remaja. Mengapa? Ya, fiksi Indonesia kini penuh dengan warna-warni cerita, penuh dengan penghargaan, penuh dengan kritikan dan saran. Kita sedang berada di masa remaja fiksi Indonesia.

Kita dapat melihat banyaknya film-film buatan anak bangsa sekarang yang terpajang posternya di bioskop beberapa bulan ini. Kita dapat melihat banyaknya novel-novel penulis Indonesia sekarang yang tersusun di rak toko buku. Dari yang sudah lama mendalami seluk beluknya (senior) hingga yang baru masuk ke dalamnya (junior).

Saya pribadi melihat ini menjadi suatu proses di mana nantinya karya-karya fiksi buatan anak bangsa ini akan mempunyai ciri khas sendiri dan dikenal oleh penikmat fiksi di luar. Saya mengenal Korea dengan dramanya, mengenal Jepang dengan manganya, mengenal Thailand dengan filmnya. Saya bermimpi nantinya Indonesia dikenal dari salah satu fiksinya juga. Why not? Bila negara-negara asia yang lain saja bisa mengapa kita tidak?

Saat ini melihat bioskop dipenuhi dengan film-film buatan anak bangsa dan novel-novel penulis Indonesia di toko buku membuat saya sadar bahwa kita juga harus memilih. Ya memilih yang harus diutamakan dan harga terjangkau karena dari banyak pilihan membuat bingung penikmatnya. Walau begitu ini memang salah satu proses menemukan ciri khas tersebut. Suatu saat nanti saya ingin bertemu dengan orang-orang luar yang mengenal Indonesia melalui fiksinya. Ya, suatu saat nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s