Doa Jumat Keramat

Hari ini menjadi sangat spesial sekali. Jumat. Dimana semua menjadi serba menyenangkan. Aku menulis seperti yang selalu kulakukan setiap kali aku berada di depan layar monitor.

Tuhan. 

Apa kau mendengarkan apa yang hamba ingin?

Hari ini menjadi hari terakhir aku meminta, dari karuniamu.

Kau tahu aku bahkan selalu memujimu, setiap saat.

Tuhan, aku ingin… 

“Kau menulis apa?”

Aku mendengar perempuan itu berbicara di belakangku sambil membaca tulisanku yang sedang kutulis. Rambutnya basah, sepertinya ia habis mandi beberapa menit yang lalu.

“Aku menulis flash fiction. Aku belum menemukan twist-nya, kau bisa membantuku?”

Ia sempat berpikir beberapa detik, lalu ia terlihat menyerah dengan pikiran tersebut.

“Bagaimana kalau menulis apa yang sering kita lakukan?”

Aku berpikir panjang atas ucapannya. Apa yang dia pikirkan saat itu? Perlahan dia mulai mengajakku ke tempat dimana kami sering melakukan hal yang ia maksud tersebut.

Lilin-lilin di sekelilingku membawa ragaku pergi seolah tak berada di tempat aku berada. Raga yang lain sedang berteriak lepas dengan rintihan yang selalu kudengar setiap kita melakukan ini.

Tuhan.

Ini hari yang sangat tepat untukku meminta atau kita sebut saja ini doa. 

Doa yang sangat engkau idamkan, bukan? 

Kau senang mendapat doa dariku? 

Masuklah! Engkau dapat merasakan apa yang kami rasakan di dunia.

Aku perlahan melihat kalendar yang berada di ruangan. Hari ini. 13. Apa kau senang Tuhan? Kami melakukan apa yang diharuskan sepanjang malam ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s