Onky Wiryawan

Aku merasa sangat ingin mengeluarkan dompetku untuk membeli beberapa buku di toko buku ini. Niat itu kuurungkan, uangnya tak cukup dan masih banyak kebutuhan yang perlu dibayar. Aku hanya ingin melihat-lihat buku yang terpajang di semua rak toko buku ini.

Aku mulai merambah ke rak buku bestseller. Buku-buku tersebut menggodaku dengan cover buku yang menarik. Mereka semua seolah berteriak padaku, “Beli aku! Beli aku!” Aku bahkan ingin menutup telingaku bila itu benar terjadi. Bayangkan buku-buku itu saling berkompetisi bila mereka mempunyai mulut yang sama dengan kita.

Selintas aku melihat buku dengan cover hitam dan bertuliskan Destiny dengan warna putih. Nama penulisnya berada di bawah judul tersebut. Onky Wiryawan.

Aku mengambil buku tersebut dan ternyata sebuah novel. Aku membaca blurb di bagian cover belakang. Dari penampilan dan blurb aku tak begitu tertarik dengan novel tersebut.

“Bagus loh, Mbak. Dibeli aja, Mbak.”

Aku mendengar suara dari belakangku yang menyuruh membeli novel yang sedang kupegang ini. Aku melihat ke belakang, seorang pria berambut cepak dan tinggi itu sedang melihat-lihat novel yang sama kupegang.

“Gak ah, udah mahal, cover-nya gak menarik, isi blurb-nya gak menarik juga.” Aku menjelaskan kalau aku tidak mau membeli novel tersebut.

“Kalau aku illustrator-nya cover-nya aku perbaiki dengan macam-macam elemen yang ada di novelnya.” Aku ini seorang illustrator. 

“Kalau begitu, aku boleh minta kontakmu? Aku sedang butuh illustrator mendadak. Ya, benar-benar mendadak. Kau mau?”

Aku langsung memberikan nomor kontakku yang dapat dihubungi.

“Ini kartu nama saya, telepon saja kalau butuh pertanyaan tetang penawaran barusan, Saya permisi.”

Laki-laki tersebut pergi dengan cepat, langkah kakinya yang panjang yang membuatnya dapat berjalan lebih cepat dari yang lain. Sejenak aku terdiam lalu teringat kartu nama laki-laki tersebut.

Onky Wiryawan S.Hum

Nama itu yang tercetak di kartu nama tersebut. Seketika aku merasa lemas untuk dapat berdiri kurang dari lima detik. Apa aku tadi keterlaluan, ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s