[Bukan] Bintang Jatuh

Angin selalu menemaniku, terlebih untuk hari ini. Di malam penuh bintang-bintang yang berpijar serta bulan purnama yang terlihat indah. Ombak laut juga menjadi melodi tersendiri dengan deburannya pada batu-batu karang.

Terlebih sekarang aku berada di kehangatanku, malam ini terasa indah penuh dengan apa yang sering aku impikan.

“Kau tahu, kalau bintang-bintang di atas sana saling bersahutan dengan sesama dengan kerlap-kerlipnya itu?”

“Ah? Benaran?” ucapku penasaran, biasanya ia suka bercanda, tetapi kali ini matanya terlihat sangat serius.

“Entahlah? Tapi mungkin ada benarnya juga.”

Malam yang sangat indah, pikirku. Bersamanya di sebuah pantai pada malam hari. Bahkan aku berharap lebih dari ini. Apa dia bisa merasakan hal itu?

“Lihat! Bintang jatuh,” ucapnya sambil menunjukkan sinar yang bergerak ke bawah.

Aku langsung make a wish ya walaupun aku tidak percaya pada hal-hal seperti itu. Untuk malam ini, aku ingin impian terbesarku menjadi kenyataan.

“Rin,” panggilnya. Apa permintaanku akan diwujudkan? Ternyata khasiat bintang jatuh ini sangat berguna.

“Ya,” ucapku sambil menoleh padanya. Berharap kata-kata itu diucapnya saat aku akan menatap matanya.

Tiba-tiba terdengar suara gaduh semacam suara-suara electric. Apa itu? Aku menoleh apa yang dilihat oleh Frans.

“Aaaaah.”

Aku seperti tersedot cahaya kuning. Yang terakhir kuingat aku melihat Frans ikut tersedot oleh cahaya kuning itu dan semua menjadi gelap. Dan aku baru mengerti tadi itu bukan bintang jatuh.

Aku dan Frans diculik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s