Adakah

Aku hanya bermimpi, setiap hari aku selalu bersamanya. Bermain riang tanpa perlu terganggu oleh siapa pun. Ya, setidaknya dia dan aku saja. Aku selalu ingin melakukannya seperti itu. Bisakah aku?

Aku melihatnya sedang berada di meja belajarnya, serius dengan apa yang terdapat di depannya. Sepertinya itu beberapa kertas yang harus ia kerjakan demi pekerjaannya sekarang. Aku hanya terdiam seperti biasanya, tidak seperti dulu. Aku ingin dapat kembali pada masa laluku.

Tiba-tiba ia berdiri untuk bersiap-siap beristirahat. Ia merapikan kertas-kertas tersebut lalu menyimpannya dengan rapi. Aku setia melihatnya dari jarakku ini. Biasanya ia selalu ingat, ingat atas kehadiranku. Sekarang semua itu berubah.

Aku selalu ingin seperti dulu.

“Ya, aku baru selesai dan siap-siap tidur.” Aku mendengar ia sedang menerima telepon yang kutahui ia selalu menyayanginya, mungkin lebih dari rasa sayangnya dulu padaku.

“Sampai besok.” Begitu ia mengakhiri teleponnya ia segera mematikan lampu kamarnya.

Dulu sebelum ia mematikan lampu itu ia selalu membawaku dan mendekapku saat ia tertidur, tapi sekarang semua itu sudah berubah. Adakah yang ia ingat tentangku dulu? Kini aku hanya sebuah pajangan yang tak lagi ia gunakan sewaktu ia masih anak-anak. Sekarang ia sudah berubah menjadi seorang remaja yang memasuki masa-masa yang indahnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s