One More (Last) Chance

Waktu. Terkadang menjadi musuh dalam hidup kita ini. Begitulah menurutnya, Andy. Berjalan menyusuri sisa-sisa detik yang perlahan berdetak sejalan dengan detak jantungnya.

Tekanan serta pikiran mempengaruhi apa yang ada. Tertekan sedikit saja fatal akibatnya. Bisa saja udara sekitarnya meredup dan ia pun mulai mendelikan matanya demi mencari cara terakhir untuk dapat melakukan satu hal yang belum ia lakukan.

Perlahan tapi pasti. Mungkin itu tak berlaku untuknya saat ini. Cepat tapi nikmat, ya mungkin ini yang cocok. Kalau yang menurunkannya dalam panggung megah dan besar ini cepat menariknya kembali ia tak perlu merasakan kehidupannya yang telah ia jalani.

Disampingnya kini berdiri seorang yang menyerupai malaikat, yang pernah ia ajak bicara sebelumnya. Ia mengeluarkan benda yang paling tak ingin kulihat tetapi aku pernah melakukan sesuatu hingga benda itu keluar. Benda itu berkilap dengan kelip yang dihasilkan cahaya yang memantul.

“Kau, bisakah kau meninggalkanku?”

Malaikat itu mendadak tegang seperti tak tahu musti melakukan apa selain menggenggam jemariku erat.

“Tolong, aku tak cukup punya waktu bila kau menggenggam jemariku erat.”

Tiba-tiba malaikat itu mendelik. Apa aku berbicara salah? Tapi perlahan ia mengendurkan genggamannya.

“Terima kasih.”

Lalu apa? Sekarang aku hanya memejamkan mata hingga wujud malaikat itu terbayang. Perlahan udara di sekitarku mulai menipis.

“Maaf.”

Ya hanya itu, lalu.

Aku kedatangan satu malaikat lagi. Semoga engkau bahagia, ujarku dalam hati dan menatap malaikat yang baru datang tersebut.

Selamat datang, Malaikat Maut…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s