Hanya (Pada) Kamu

Kamu seperti candu yang tak bisa kutinggal. Kamu seperti buku-buku yang selalu kubaca. Tak peduli membaca hingga selesai atau setengah bila tak menarik. Hidup dengan ada kehadiranmu memang selalu membuatku tak tahu bila di laut sana masih ada ribuan ikan yang berenang.

Mungkin tak ada yang salah bila mereka para pecandu (obat-obatan) hampir sama seperti pecandu seperti ku. Katakan saja begitu. Apa mereka sama atau tidak denganku itu sebuah misteri tersendiri.

“Apa mereka (pecandu obat-obatan) bila mereka melakukan rehabilitasi akan benar-benar sembuh?”

Dulu kamu merasa penasaran dengan itu. Kini aku tahu jawabannya.

“Apa mereka (pecandu obat-obatan) bisa mengganti obat-obat tersebut dengan permen karet layaknya terapi tidak merokok selama satu bulan?”

Dulu kamu ingin tahu tentang itu. Kini aku tahu jawabannya.

Tapi apa perlu aku memberitahumu. Kalau perlu bagaimana caranya?

Aku merasa di sini selalu sepi bila siang begini. Apa memang tidak musimnya orang-orang datang ke sini? Aku tak tahu, tapi di sini aku berusaha memberitahu jawaban tersebut.

“Mereka gak betul-betul sembuh dan mereka susah mengganti obat-obat itu. Kau tahu, mungkin tingkatan candu juga mempengaruhi.”

Jadi tingkat canduku seberapa tinggi hingga tak bisa sembuh darimu dan tak bisa menggantikan dirimu dengan yang lain?

Ya, nisan itu pun tak dapat memberi jawaban tentang hal tersebut. Mungkin hanya kamu yang tahu, ya dirimu yang sudah tertidur pulas dengan unsur dirimu terbuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s