Selimut Sang Rembulan

Hening tak kentara walau tak selalu angin bersua

Sepi tak senada walau tak ada gugur air berserakan

Gelap tak benderang walau tidak menjadi sinar yang menyala

Awan hitam melambung jauh tak tercapai nian 

Kini hanya separuh sinar tak menampak

Sendu tak memanggil dirinya terjun di bawahnya 

Walau angin berhembus tak lebih hanya sekedar menyanyi

Nada-nada malam menemaninya di dalam keheningan

Dingin hanya menyentuh kulit, sayatan tak begitu berarti

Menggigil di antaranya hanya memahaminya

Kini selimutnya lah sebuah harapan

Terang di antara hitam kelabu menjadi nyata

Tak hilang oleh malam, menunggu hingga senja

Dirinya ditunggu untuk hidup nyata

Sinarnya diolah untuk penerang jiwa sang tersesat

Kini engkau berarti, mahal tak terbayarkan

Dirimu seolah dengungan indah di antara gelap

Rembulan, itukah engkau? 

Bersama selimutmu yang berkibar indah

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s