Melodi Purnama

Ini hanya alunan melodi purnama, beberapa berakhir disini

Ombak yang bergulung serta karang yang siap diterjangnya

Suara gemuruh yang menggebu, jantung ini terdengar lirih

Angin yang menari-nari serta awan hitam yang menggumpal dibawanya

Darah mengalir deras, pasir ini terasa perih

Dingin tak hanya sebuah selimut malam, kini setitik fajar sebuah harapan

Belari melihat sinar rembulan yang membeku terang

Kini hanya kristal yang mengalir lembut, sendu tak tertahan

Membuka kotak pandora hitamnya bersama iringan melodinya

Mereka menarik perhatian, hati pun terkoyak lezat 

Kini apa sudah berakhirkah walau fajar masih menunggu detik per detik

Pilihan hanya sebuah ajang memilih, perselisihan batin tak mampu tertahan

Penyesalan tak akan berada di awal, kini semua terlambat

Hanya fajar yang dapat menolong

Walau hati tetap ingin terkoyak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s