The Eyes (Part 2)

Early Alert

Decision Room

Ini menjadi berita yang luar biasa. Tuan X akan memimpin sebuah tim yang bisa dibilang bukan tim yang biasa. Terutama oleh jumlah di dalamnya. Biasanya pimpinan akan membentuk tim berpasang-pasangan sepertiku dengan Fredie. Dan sebuah tim yang berisi empat orang di dalamnya, tetapi ini delapan?

Aku  masih tetap merasakan big surprise yang barusan dikatakan Tuan X. Yang lain pun terlihat sama dengan apa yang kurasakan. Mata mereka masih menatap Tuan X kemudian menatap Pimpinan dan kembali menatap Tuan X dan seterusnya entah sampai kapan.

Hanya ada suara detik jam digital di meja Pimpinan serta suara napas kami. Tuan X dan Pimpinan terlihat saling tatap menatap atas kejadian kita yang kaget mendengar mereka mengumumkan pembentukan tim ini.

“Mungkin ini membuat kalian terkejut, tapi sebagai antisipasi saya membentuk tim ini.”

Antisipasi? Apa maksudnya ini.

“Kalian belum akan saya kasih misi apapun. Hanya pembentukan tim baru saja.”

Semua makin terlihat bingung. Sejak kapan Pimpinan membentuk tim baru tapi tidak langsung memberi misi seperti sekarang ini. Fredie bahkan langsung menolehku dan berbicara melewati matanya.

Kau mengerti tujuan pembentukan tim ini, Fick? 

Aku menghela napas membacanya, bahkan di keadaan seperti ini aku masih tetap membacanya dengan kurang lancar. Setidaknya tidak akan seperti barusan bila sedang menjalani misi.

Aku hanya menggelengkan kepalaku pelan. Yang lain berusaha berbisik menanyakan hal yang mungkin sama seperti pertanyaan Fredie barusan. Tuan X dan Pimpinan melihat kita dengan tenang. Bagaimana mereka bisa tenang disaat prajurit mereka sedang bingung dengan pembentukan tim.

“Mungkin kalian bertanya-tanya mengapa dibentuk tim yang besar seperti ini.” Kini Tuan X mulai angkat bicara setelah melirik Pimpinan tadi. “Dan tadi Pimpinan sudah memberitahukannya. Antisipasi. Nantinya misi ini adalah tingkat SS.”

Level SS? Antisipasi?

“Kita akan menyusup jika dibutuhkan untuk melawan organisasi rahasia.”

Semua langsung menatap serius Tuan X, ini akan menjadi misi yang berat. Apa mungkin organisasi itu organisasi yang akan menyusahkan negara kita ini?

“Sebenarkan kondisi kita sedang guncang karena organisasi rahasia itu, beberapa kali kita diserangnya. Mungkin Fick dan Fredie sudah melawan sebagian anggota kecil mereka dalam misi yang terakhir.”

Aku dan Fredie pernah melawan anggota kecil mereka? Misi terakhirku dan Fredie saat di Godich itu? Yang lain mulai menatapku dan Fredie. Aku dan Fredie pun baru mengetahui ini.

“Tapi saat itu Pimpinan tak-“

“Iya karena itu menjadi dokumen rahasia kita. Dan saat ini kalian dikumpulkan disini untuk mendengarkan rahasia ini.”

Pimpinan mulai ikut terlibat dalam perbincangan. Yang lain pun mungkin makin fokus mendengarkan, termasuk Rein yang berada di sebelahku. Tetapi ia mulai gelisah entah karena apa, tiba-tiba ia mulai menoleh ke arahku. Senyum tipisnya tergambar di wajahnya, tapi matanya.

“Pimpinan organisasi tersebut adalah anak saya.”

Terlihat semuanya kaget mendengarnya, tetapi tidak dengan Rein. Sudah berapa kali surprise yang dibuat Pimpinan? Tapi mengapa Rein bersikap biasa saja?

“Jangan terkejut dulu, bagian yang akan kalian hadapi adalah yang satu ini.”

Kejutan lagi? Dan ini sudah yang keberapa? Pimpinan terlihat merasa mempunyai beban atas hal ini. Apalagi anaknya menjadi pimpinan organisasi rahasia, bahkan aku gak tahu bahwa Pimpinan punya anak.

“Namanya Ron Felix.” Ya semua kaget mendengar nama belakangnya, aku dan yang lainnya langsung menatap Rein. “Ya, Ayahnya Rein Felix. Apa yang akan kalian lakukan, Team?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s