[Puisi Malam] 17-18 Mei 2012

Ketika mata tertutup, saat itu hati terluka. Seribu kata terucap, hanya untuk mengatakan cinta.

Serinai tawa terdengar, hanya angin yang menjawab. Saat hati terbakar, tak cukup rasa sedih menatap.

Bila ingin memetik bulan, siapkan tongkat panjang. Tak hanya hati melawan, saat semuanya terguncang.

Bunyikan suara laut, hanya ombak yang berguling. Saat hati terpaut, saat itu pula hati melayang.

Segumpal awan melayang, tak cukup hujan membasahi. Salahkah ku pulang, pada satu-satunya hati?

Surat tak kunjung pergi, membawa rindu yang ku pendam. Walaupun sakit hati, ku tetap selalu menjaga malam.

Sulit ku berjalan menembus arah. Sisa kenanganmu masih tetap terlukis, walau semua sudah terpisah.

 

Source: @exewriyan #puisimalam 

Held by: @nulisbuku 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s