Sah

Sungguh mengejutkan, aku tak ingin mempercayai kata-kata yang ia ucapkan. Tapi ini suatu kehidupan dimana air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Mengalir mengikuti wadah yang menampungnya. Semakin tinggi tempatnya semakin cepat mengalir, mungkin itu juga terjadi pada darahku ini.

Bila ada syair ‘Pecahkan saja gelasnya’ mungkn ini yang disebut dinginnya hidup. Pecahan gelas itu berterbangan, menusuk kulit. Darahnya tak keluar, ia ingin lebih bersemayam di alirannya.

Begitu juga denganku, kau memecahkan gelasmu oh bukan, gelas kita. Pecahannya menusuk hatiku yang bersemayam di hatimu, walau sudah kau pecahkan gelasnya hatiku masih ingin bersemayam di hatimu.

“Kau benar-benar serius dengan ucapanmu barusan, Maora?” ucapku dengan sedemikian tenangnya, walau hati ini sudah tidak tenang berada di hatinya. Hatiku masih berusaha berada di sana walau hanya semenit saja.

“Ya, aku serius! Maaf, tapi aku menganggap ini sebuah permainanku.”

Ya, hati ini pun terpaksa keluar di samping hatinya, hanya sebuah mainan. Mungkin sudah rusak dan hatinya ingin beli yang baru. Tak bisa kupercaya memang, tapi dia sudah sah menjadi mantanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s