26th Day: Aku Maunya Kamu, Titik

Sedari tadi ku berada di kafe yang menjual serba-serbi kopi ini. Mendapat ajakan coffee time dari orang yang sudah berada di hadapanku, duduk dengan tenang membicarakan tawarannya. Rendy.

“Aku gak bisa, Ren,” ucapku menolak tawarannya. Memang kali ini aku berusaha untuk menolaknya, tidak seperti biasanya yang selalu menerima ajakan bahkan tawarannya. Aku tidak bisa seperti dulu lagi.

“Tapi mengapa?”

Pertanyaan darinya ini membuat ku semakin ingin menerima tawarannya, tapi aku sudah tak ingin, oh bukan tak ingin tapi tak akan bisa menerima tawarannya.

I just can’t,” aku tak tahu lagi harus menjawab apa, aku memang tidak dapat memikirkan kata-kata lain selain itu. Kini semua terasa berbeda, aku sudah tak akan mampu lagi berhadapan dengannya lagi. Aku pun meminum expresso yang ku pesan untuk tidak menanyakan yang sudah ingin ku tanyakan, tapi tak berhasil juga. “Mengapa tidak orang lain saja, kenapa musti aku?”

“Aku maunya kamu, titik. Ini karena kamu yang sudah ku kenal lama dan dapat ku percaya,” ucapnya begitu. Bila sudah begini aku sudah tak dapat menolak tawarannya lagi. Aku pun menganggukan kepala pelan yang terasa berat untuk melakukannya.

Rendy merogoh saku celana, ia menggeluarkan sebuah kotak kecil berbeludru merah. Sangat cantik bentuknya, dia menaruhkannya di depan ku. Aku hanya melihatnya sekilas dan mengalihkan pandangan dari kotak beludru itu ke bingkai matanya. Melihat sosok bijak di dalam matanya.

“Coba kau buka, menurutmu bagaimana?”

Aku pun mengambilnya dengan berat hati serta ingin rasanya aku melemparnya keluar. Mungkin juga ku lempar ke dalam tempat sampah di pojok ruangan ini. Aku mulai membukanya walau rasanya jantung sudah berdebar dengan kencang, aku tak kuat lagi, tapi tetap ku lakukan.

“Bagaimana? Itu nanti yang akan kamu bawa. Besok jangan sampai terlambat, oke?” ucapnya setelah ku melihat cincin permata sepasang itu. Sangat cantik dan berkilau. Dan aku hanya akan membawakannya ke Rendy serta pasangan yang ia pilih untuk kelak nanti di pertunangan mereka. Bukan untuk bisa ku pasang di jari manisku sendiri yang seperti ku mimpikan, bersanding dengan Rendy.

Advertisements

2 thoughts on “26th Day: Aku Maunya Kamu, Titik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s