19th Day: 5 Years ago in Paris

14th January 2010

Musim dingin Paris tahun ini terasa lebih menusuk kulitku walaupun aku sudah mengenakan jaket lapis dua ini. Aku terduduk di Cafe de Flore, menikmati uap panas yang terbawa dari panasnya secangkir kopi di mejaku ini. Sore ini salju turun, menambah dinginnya kota ini. Ternyata tahun ini benar-benar dingin dari tahun-tahun sebelumnya ku kesini.

Terakhir kali aku kesini tepat setahun yang lalu. Empat tahun belakangan ini aku sering mengunjungi tempat ini secara rutin. Tidak terasa waktu sudah berjalan sangat cepat, sudah lima tahun berlalu sejak semua kenangan terindah yang kumiliki di kota ini diakhiri dengan suatu kenangan yang memilukan itu.

Aku memandang keluar jendela dekat tempatku duduk. Melihat orang-orang yang berlalu-lalang dengan memasukkan tangannya di saku jaket mereka. Dan tepat hari ini, lima tahun sudah kejadian itu berlalu. Aku menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Ku mulai perlahan menutup mataku, membiarkan semua imagi tentang lima tahun yang lalu terpapar jelas di benakku.

14th January 2005

Aku menyeruput sedikit kopi yang terlihat masih panas dengan uapnya yang terangkat ke atas. Melepas panasnya dari secangkir kopi tersebut. Tadi siang saat masih menikmati sebuah buku dari serial Dan Brown itu di flat apartemenku, Dia meneleponku untuk datang ke Cafe de Flore, entah untuk membicarakan apa, tapi perasaanku tidak enak.

Dan aku sekarang di sini, menanti dia yang belum kunjung datang. Tidak seperti biasanya, ia tak pernah terlambat, bahkan dia sering sudah berada di tempat duluan. Saat seperti ini aku membuka buku serial Dan Brown yang tadi belum selesai ku baca itu.

Baru ku menghabiskan 3 halaman yang penuh dengan pencarian makam Sir Issac Newton, dia datang dengan jaket hitamnya tersebut. Menyapa dengan lembut walau terdengar seperti ada rasa takut di dalamnya. Dan tak melakukan ciuman seperti biasa saat kita bertemu, aku semakin heran dan mempunyai perasaan yang tidak enak dengannya, dengan kita.

Dan perasaanku terbukti saat ia mengucapkan panjang lebar dan bermuara ke hubungan kita. Ia mengucapkan selamat tinggal pada hubungan kita. Aku tak mempercayainya, aku masih mencerna-cerna ucapan panjang lebar tadi dan ku tak menemukan apa yang menjadi keputusannya itu.

“Tapi mengapa, James. Kita sampai saat ini baik-baik saja. Mengapa?” ucapku dengan sedikit bergetar. Orang-orang yang sedang menikmati hidangannya, satu per satu mulai melihat ke arah kita.

“Ini untuk masa depanmu, Tiara. Aku tak bisa.” Jawabnya dan mulai meninggalkan meja. Aku mengejarnya dan dia mulai berlari. Aku tak memikirkan apa-apa lagi tentang mereka yang mulai melihat kita, bahkan pelayan cafe tersebut yang menagih bill.

Aku berlari mengejarnya walau ia lebih cepat dariku. Aku berteriak-teriak namanya di antara kumpulan orang yang berlalu-lalang. Dia mulai berlari menyebrang jalan. Dan saat itu aku sudah terduduk capek dan melihat lampu merah yang ternyata belum hijau untuk penyebrang jalan. Aku mulai menangis teriak melihatnya…

14th January 2010

“Tiara! Tiara!” aku mendengar namaku dipanggil. Aku mulai membuka mataku dan mendapatkan temanku–setidaknya sampai dua tahun yang lalu–yang sudah berada di depanku dengan muka cemasnya.

“Kamu menangis lagi?” tanyanya. Aku meraba pipiku yang sudah berlinang air mata. Aku tidak menyadari bahwa aku menangis lagi. Aku mengusap pipiku dan mulai tersenyum kepadanya.

“Sudah selesai?” tanyanya kembali. Sepertinya ia benar-benar sudah tahu ritualku setiap tahun ini selama empat tahun terakhir. Aku mengangguk dan membalas senyumnya.

“Lanjut keliling lagi?” ia kembali bertanya. Aku hanya tersenyum kembali dan memanggil pelayan untuk meminta bill-nya.

Lima tahun sudah memori ini tetap kujaga. Tak akan pernah ku lupakan semua cintamu. Aku sudah mengerti semuanya, mengerti mengapa kau memutuskan hubungan kita. Dan kamu benar-benar orang yang baik serta sangat mencintaiku. Aku tahu itu.

Merci, James…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s