16th Day: Dirinya yang Kurindukan

Aku mengingat-ingat apa yang terjadi pada masa laluku, mengingat semua tentang kita. Apa yang selalu kuingat tentang dirimu, tentang kebersamaan denganmu. Kuingat tentang senyumanmu itu, sapaanmu dulu, kuingat selalu itu. Bagaimana dengan pertama kalinya hatiku bergetar melihatmu ditengah hangatnya pertemanan kita.

Cukup susah bagiku untuk mengungkapkannya. Mengungkapkan apa yang hati ini bicarakan tentang dirimu, yang selalu bersajak namamu setiap saat. Di setiap rongga-rongga memori otak ini, di setiap kaki ini melangkah mendekat ke arahmu, dan yang terakhir kalinya melangkah menjauhi dirimu.

Kini kusadar, diriku tak cukup untukmu. Kesempurnaanmu yang susah kugapai, tapi aku mengerti apa yang selalu dikatakan orang. Cinta itu tak perlu memiliki. Di awal aku mengerti dan berusaha untuk itu, tapi aku gagal.

Kini aku merindukan semua tentang dirimu, segala tentang kebersamaan denganmu. Semuanya. Aku ingin memilikinya dengan sepenuh hatiku. Rindu ini bukan lagi sebatas rindu, tetapi sudah meracuniku untuk dapat berada di sampingmu untuk menjagamu, hari ini, esok, lusa, hingga akhir dari perjalanan waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s