15th Day: Kenyataan Mimpi

Puing-puing kenyataan ini membawaku terlelap ke dunia yang membuatku semakin menderita. Dunia masih belum puas melihatku menderita di kenyataan pahit ini, ia mengirimku ke sini. Dunia mimpi. Dimana orang masih menganggap dunia mimpi ini hanya sebatas mimpi.

Bagiku tidak seperti itu, mimpi itu kompleks. Semua malah berharap mimpinya akan sebagus di negeri dongeng. Apa mereka tidak memikirkan mimpi yang menyakitkan? Mungkin hanya segelintir orang yang bernasib sama denganku.

Seperti semalam, aku terperangkap di alam ini. Melihat semua kejadian yang sudah ku lihat setiap hari di depan mataku. Dia, Dessy, orang yang sangat ku cintai telah berdampingan dengan kekasihnya. Ku menatapnya nanar, diam tak bersuara. Menikmati sayatan-sayatan hati. Dan mungkin aku berharap bahwa ini hanya akan terjadi di dunia ini. Mimpi.

Tetapi tidak, saat kuterbangun aku mendapatkan duniaku sekarang. Dimana orang-orang berusaha menggapai mimpi-mimpi di negeri dongengnya. Kenyataan. Aku seperti biasa melangkahkan kaki untuk melakukan perjalanan berliku ini. Dimana ku tetap melihat kejadian semalam, dia, Dessy, orang yang sangat ku cintai tersenyum lebar dan tertawa ringan bersama laki-laki di sampingnya.

Dan ku tetap bisa merasakan sayatan-sayatan hati seperti semalam, dengan nyata.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s