7th Day: Believe

Ketika aku berkata aku akan menjaga selalu senyum yang kau ukir di wajahmu, aku merasa apa aku yakin dengan kata-kata tersebut. Segala bentuk ungkapan kasih sayang ini hanya tertuju padamu, aku senantiasa berada di sampingmu walau suka dan duka. Sampai badai menerjangpun aku berusaha berada di sampingmu. Dengan kasih sayang itulah aku yakin bahwa aku dapat menjaga senyummu.

Ketika aku berkata aku yakin kalau kita sempurna, aku merasa mestikah aku berkata demikian. Karena apa benar ada yang sempurna di dunia ini? Segala bentuk ucapan yang tertuju untuk menyakinkan kedua bola matamu itu untuk selalu menatap bahagia. Dengan menyakinkanmu lah aku dapat melihat kedua matamu bersinar.

Ketika badai yang lebih besar itu menerjang, kau berkata apa aku menyesal dengan semua pilihanku berserta janji-janjiku. Aku hanya terdiam berpikir bahwa Tuhan menyadarkanku bahwa perjalanan kita ini tidak mudah. Tapi aku selalu dengan yakin bahwa kita pasti akan bisa melewati itu. Dengan keyakinan itulah aku dapat melihat seorang makhluk tuhan yang menyerupai dewi yang selalu tersenyum dengan matanya yang bersinar indah.

Dan kini aku lebih yakin  bahwa kau hanya tercipta untuk menghilangkan rasa pahit dariku. Aku bertaruh bahwa tidak ada lagi yang namanya pahit itu di dalam kehidupanku. Yang hanya adalah manis dari senyummu berserta mata yang bersinar indah untuk menerangi kegelapanku. Terima kasih untuk jalan yang kau beri, Tuhan. Aku menemukan pelengkap kehidupanku.

Kau dan Aku, SEMPURNA.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s