6th Day: It’s Not The End

Kini aku berada di sini, di sampingmu dengan saling menjaga jarak. Membisu untuk beberapa saat, menikmati pemandangan di depan kita, guyuran sang langit yang membasahi seluruh isi di bawahnya.

Aku tak tahu ingin sekali rasanya berada di samping sambil memeluk hangat dirinya. Aku tak tahan melihat ia kedinginan.

“Dingin?” tanyaku, dia hanya menoleh dan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Aku kembali membisu dan menatap air-air itu turun dari hamparan hitam pekat di atas sana. Membawa rasa dingin yang menusuk tubuh ini yang selalu ingin mejaga senyumnya. Aku menggigit bibirku menahan dingin ini, serta menahan untuk memeluk sang dewi seperti biasa.

“Aku ke sini hanya ingin menyapaikan kabar.” Ucapnya tanpa menoleh padaku, pandangannya lurus meratapi genangan air. Aku tetap menunggu hingga ia berkata kembali menyapaikan kabar tersebut.

“Aku, orang tuaku…” Ia menggantungkan kata-katanya tersebut, aku makin penasaran. Mungkinkah kabar buruk?

“Merestui kita.” Ucapnya riang sambil menoleh kepada dan terlihat senyumnya yang lama telah hilang itu.

“Kenapa…”

“Mereka, berubah pikiran dengan calon mereka, katanya kena kasus pelecehan seksual.”

Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengeluarkan rasa bahagia ini. Ia hanya dapat memeluknya dan mencium keningnya. Ini belum akhir perjalanan kita, aku kembali mendapatkan rasa manis di kehidupanku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s