4th Day: Big Problem

Tak kuharapkan, tak kubayangkan, sesuatu yang membuat semua menjadi berubah, dari awal yang manis menjadi pahit akan terjadi. Semua kemungkinan muncul perlahan seiring perjalanan yang masih jauh di depan.

Kini dia datang, masalah yang mungkin akan membuat pondasi ini lama-lama terkikis habis dan pada akhirnya rubuh tak berdaya. Masalah yang lebih besar dari badai, tsunami, dan gunung meletus apapun.

Kini aku sangat jarang melihat senyum menggembang di wajahnya. Terakhir kali saat aku bersusah payah membuat bibirnya terangkat manis saat kejutan ulang tahunnya dariku.

Terkadang aku berpikir kembali, apakah aku sudah benar-benar mengingkari janjiku?

Kini aku bingung bisa menjaga senyumnya setiap saat. Bagaimana caranya menjaganya bila kita saling menjaga jarak dan hati ini masih tetap memiliki?

Yang kutahu hanya kesalahan ini datang dariku, bila aku tak memasuki kehidupanmu mungkin kau masih tetap melihatmu tersenyum.

“Apa kamu menyesal?” tanyanya saat dia menerangkan tentang hubungan kita yang tak direstui oleh orang tuanya.

Aku hanya terdiam, tak menjawab. Diapun demikian. Aku tak terpikir bahwa ini semua akan terjadi. Satu masalah yang amat besar menerjang kita. Aku tak tahu lagi harus berbuat apa, semua terlihat seperti mimpi.

Apa perjalanan ini akan usai? Tak tahu, yang kutahu aku masih berada di alam ini dengan cinta yang sama. Waktu terus berputar tak kenal lelah, kuberharap yang terbaik untuknya dan untukku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s