Hard for This Feeling

Bisakah aku mencintainya lagi? Seringkali pertanyaan retorik seperti ini terlintas di kepala. Bisakah? Selama ini terkadang pertanyaan itu tak perlu jawaban. Setiap manusia selalu dapat mencintai orang yang mereka cintai. Tapi akhir ini pikiran itu menyeruak kembali ke permukaan.

Mencintai itu tak mudah, terkadang kalimat simpel yang mempunyai sejuta kebahagian tersendiri di dalamnya itu terasa menyakitkan. Waktu itu aku mendengar kalimat itu, kalimat dengan tiga kata itu. Orang itu mengucapkannya dan aku mendengarkan. Ya, Aku mendengarkan kalimat tiga kata itu untuknya, bukan untukku.

Semua sirna, harapanku, imaginasiku, bahkan kebersamaan itu bisa akan segera menghilang. Aku mencintainya. Sangat mencintai. Dan pertanyaan itu kembali keluar. Bisakah aku mencintainya lagi?

Kata orang mencintai itu tak perlu memiliki. Apa aku  menganut ideologi tersebut. Entah iya entah tidak. Di satu sisi aku ingin melihatnya bahagia, di sisi yang lain ingin rasanya ku memilikinya. Entah mana presentase yang banyak pada kedua sisi ini. Ku tak tahu.

Kini aku sangat bingung. Merelakannya untuk melihatnya bahagia atau sifat egois ini melambung tinggi untuk merebutnya. Mana yang ku pilih? Angel or Devil?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s