Lagu Untuknya

Lagu Untuknya


            Jumat, perempuan itu pergi bekerja seperti biasa, untuk menghibur orang orang dengan suara merdunya. Sore itu ia sangat bersemangat untuk melangkah pergi ke tempat kerjanya di salah satu café yang lumayan terkenal di pusat Jakarta. Entah apa dan kenapa perempuan itu dengan semangatnya kerja, sebelumnya ia sangat malas kalau pergi kerja, di jalan ia harus berjalan 100 meter ke halte, di bus harus desak desakan, terus jalan lagi 50 meter ke halte busway, itu semua jadi alasan ia sangat malas kalau pergi kerja. Tapi lain untuk hari ini, ia menempuh itu semua dengan wajah yang ceria dan cerah.

Sesampai di tempat kerja ia menyapa semua para pekerja di café itu dengan senyum. Ia bersiap siap untuk mengganti pakaiannya serta checksound dengan keyboardist.

Pada jam 20.00 jadwalnya ia berdiri di panggung kecil café itu, sekarang ia sudah berada di sana. Ia sangat menyukai profesinya, bernyanyi di atas instrumen-instrumen musik yang dimainkan. Baginya musik itu sebagai penyimpan memorinya, layaknya kamera. Bedanya disini kalau kamera langsung dapat dilihat, kalau musik ia harus menggali pikirannya untuk mendapatkan memori itu. Jadi selagi ia bernyanyi ia langsung menyimpan memorinya di kamar otak yang mungkin sudah diciptakan oleh penciptanya. Ia harus melakukannya dengan proffesional untuk dapat menyimpannya.

Sebelum ia bernyanyi ia melihat sekeliling café, ‘apakah ia ada disini’ batinnya. Dan matanya menangkap orang yang dicarinya, ia sedang kelihatan sedih di salah satu meja café. Entah kenapa, perempuan itu tak tau. Laki laki itu yang akhir akhir ini ia amati di café itu. Ia menyukai laki laki yang sedang bersedih hati itu, yup, pada pandangan pertama. Laki laki itu emang selalu datang sendiri ke café itu tanpa satu orang pun yang menemaninya. Ia biasa mengutak ngatik laptopnya atau juga hanya minum segelas hot coffe dengan satu buku di tanggannya.

Tiba tiba perempuan itu mempunyai ide, ia lalu menghampiri pemain keyboard lalu berdiskusi untuk masalah lagu yang akan dibawakannya. Sesudah itu ia bersiap siap untuk bernyanyi.

“selamat malam semuanya, kali ini saya akan membawakan sedikit lagu lagu untuk menghibur anda semua, salah satunya untuk yang satu ini. lagu ciptaan saya sendiri untuk orang yang mungkin sedang bersedih hati. Dan ini dia.” Ucapnya lalu musiknya mengalun, tadi sempat laki laki itu sedikit kaget mendengarnya dan ia melihat perempuan itu, dan perempuan itu pun melihat laki laki tersebut.

Jangan kau bersedih

Untuk apa kau bersedih

Bila ada waktu yang segera datang

Pandangi depanmu

Tinggalkan yang sudah lalu

Senyum dan terus melihat kedepan

Bahagia akan senantiasa datang

            Sepenggal lirik lagu yang perempuan itu nyanyikan, lagu itu sebenarnya dibuatnya saat ia masih di bangku SMA, lagu itu untuk sahabat dekatnya. Ia bernyanyi dengan menghayati liriknya dan musik yang sedikit mellow bercampur dengan nada nada sedikit ceria di akhir lagu. Lagunya bisa dibilang lagu sederhana, ia sangat menikmati saat menyanyikannya.

Laki laki itu terlihat juga sangat memahami isi lagu yang ada di dalamnya. Lalu tiba tiba terlihat mimik wajahnya berubah dan mulai cerah kembali. ‘apakah karena laguku?’ batin perempuan itu selesai bernyanyi dan mengucapkan terima kasih pada penonton yang bertepuk tangan salah satunya laki laki tersebut, ia tersenyum pada perempuan itu.

Perempuan itu selesai dengan kerjaannya untuk malam ini, ia bersiap siap untuk berpamit pada karyawan di café itu dan pulang. Kali ini ia tidak nebeng dengan temannya, temannya tidak masuk kerja, ia harus naik taksi.

Beberapa langkah sesudah keluar dari café ada yang menyapa, perempuan itu tidak menanggapinya karena orang itu menyapa dengan kata ‘hei’ dan di situ banyak orang yang berlalu lalang. Tapi tiba tiba perempuan itu merasakan ada yang menyentuh pundaknya sekilas saat berjalan. Ia melihat kebelakang ‘owh god, laki laki itu’ batinnya kaget.

“ya, ada apa?” ucap perempuan itu, ia merasakan darahnya mengalir deras

“maaf kalau menggangu, tapi makasih untuk lagu yang tadi dinyanyiin di awal.” Ucap laki laki tersebut.

“eh, iya.. jadi tadi lagi bersedih yak?” tanya perempuan itu polos

“iya” jawabnya singkat

“owh, makasih yaak.” Ucap perempuan itu, ia tak dapat menemukan kata kata lain yang tepat, darahnya masih mengalir deras. Apalagi laki laki tersebut sedang tersenyum. ‘apakah ini mimpi?’  batinnya

“pulang sendiri? Mau di antar?” tanya laki laki itu

“eh, gak usah, nanti repotin.”

“gak kok, gak repotin, owh iya maaf, nama saya Galuh.”

“Lisa, tapi benar gak repotin?” ucap Lisa, sebenarnya ia sangat bermimpi mimpi bisa berkenalan dengan laki laki yang disebutnya tadi sebagai Galuh, dan ini kesempatannya.

“iya gak repotin, ayo!” Galuh langsung mengajak perempuan itu ke seberang jalan, ke mobil Galuh. Lisa akhirnya diantar oleh laki laki yang akhir akhir ini ada dalam pikirannya.

Dan hari ini Lisa mendapat satu pengertian lain dari apa itu Musik. Musik baginya adalah suatu kegiatan untuk menghibur seseorang dan ada suatu keajaiban yang datang secara tak diduga. Entah itu kebahagiaan atau rejeki yang diturunkan-NYA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s